……..Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan – perumpamaan bagi manusia. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

(Q.S. An Nuur 24: 35)

pertama, jatuh hati pada kalimat itu. kemudian jatuh hati pada ayatnya. kemudian jatuh hati pada suratnya.

Yaa Allah… T.T
Yaa muqollibal quluub, tsabbit qolbi ‘ala diinik.
Yaa muqollibal quluub, tsabbit qolbi ‘ala tho’atik.
Aamiin.

Advertisements

:)

Bismillah…
Sudah cukup lama nggak update blog ini. Terutama dengan topik – topik diskusi atau tausyiah-tausyiah dari MA3. Buat saya sih sayang sayang sayaaaaaaaaaaaAng bangettt kalo ilmu – ilmu itu terlupakan begitu saja, dan berhubung ingatan manusia itu terbatas maka muncullah blog ini sebagai salah satu solusi untuk mengingatkan diri sendiri. Terutama juga karena manusia ada masanya futur. InsyaAllah, blog ini merupakan salah satu upaya menuju istiqomah….*satu kata yang maknanya luar biasa*
Jadi, sekarang PRnya banyak karena udah beberapa minggu nggak daftar paketan smartphone. Memang sedang ada kewajiban yang harus dikerjakan dan segera diselesaikan,,jadi kegiatan salin2 tausyiah MA3 terabaikan…. SEMANGAT!!! ╭( ‘̀⌣’́ )งː̖́

🙂

THANK YOU ALLAH

Thank You Allah
-Maher Zain-

I was so far from you

Yet to me you were always so close

I wandered lost in the dark

I closed my eyes toward the signs

You put in my way

I walked everyday

Further and further away from you

Ooooo Allah, you brought me home

I thank You with every breath I take.

Alhamdulillah, Alhamdulillah

All praise is to Allah, All praise is to Allah

Alhamdulillah, Alhamdulillah

All praise is to Allah, All praise is to Allah.

I never thought about

All the things you have given to me

I never thanked you once

I was too proud to see the truth

And prostrate to you

Until I took the first step

And that’s when you opened the doors for me

Now Allah, I realized what I was missing

By being far from you.

Alhamdulillah, Alhamdulillah

All praise is to Allah, All praise is to Allah

Alhamdulillah, Alhamdulillah

All praise is to Allah, All praise is to Allah

 

Allah, I wanna thank You

I wanna thank you for all the things that you’ve done

You’ve done for me through all my years I’ve been lost

You guided me from all the ways that were wrong

And did you give me hope

O Allah, I wanna thank you

I wanna thank You for all the things that you’ve done

You’ve done for me through all my years I’ve been lost

You guided me from all the ways that were wrong

I wanna thank You for bringing me home

Alhamdulillah, Alhamdulillah

All praise is to Allah, All praise is to Allah

Alhamdulillah, Alhamdulillah

All praise is to Allah, All praise is to Allah

liriknya …  :’)

Suka sekali dengan lirik lagu ini,, terutama dua baris pertama.. jujur sekali,, rahmat Allah itu melingkupi seluruh makhlukNya!

All praise is to Allah! :’)

Mereka yang namanya terhimpun dalam setiap doa. Ada ketenangan saat menitipkan kalian dalam penjagaanNya. Seberapa jauh pun jarak yang memisahkan. Seberapa lamapun kita tak berjumpa…

Rasa – rasanya, seperti baru kemarin kita bertemu.

Ahh, doa memang ajaib! :’)

Yang Bersemayam dalam Hati

Apakah pacaran dan tidak pacaran ada hubungannya dengan kelak pernikahan langgeng atau tidak? Siapa yang bisa menjamin kalau tidak pacaran maka pernikahannya berkah dunia akherat? Tidak akan bercerai? Lantas siapa pula yang bisa menggaransi kalau pacaran, bakal berantakan? Keluarganya tidak berkah? Anak-anaknya jadi bandel, nakal? Jawabannya: memang tidak ada yg bisa memastikan.

Apakah menyusui anak2 kita, memberikan ASI ekslusif selama enam bulan menjamin anak kita bakal jenius? Bakal sukses berat? Memangnya kalau disusui dengan susu formula anak-anaknya akan jadi bodoh? Besok lusa jadi anak gagal? Lagi-lagi jawabannya: memang tidak ada. Boleh jadi tidak ada korelasi antara menyusui anak dengan kesuksesan, dan sebagainya.

My dear anggota page, di dunia ini, banyak hal baik yang tidak otomatis berkorelasi langsung dengan hasilnya akan baik juga. Terutama hasil sesuai standar manusia, definisi-defini­si manusia secara umum. Belajar habis-habisan tidak selalu berkorelasi dengan bakal lulus dan diterima di universitas top. Bekerja keras setiap hari tidak selalu berkorelasi dengan jadi kaya raya. Belum tentu. Lantas kalau begitu, mending nggak usah belajar dong? Mending nggak usah bekerja?

Tentu tidak. Karena jelas, hal-hal baik, akan memberikan banyak sekali manfaat nyata dalam hidup kita. Dan itu kadang lebih hakiki dibanding hasil terlihat yang selalu kita nilai dengan standar dunia. Tidak pacaran, disamping memproteksi kita dari perbuatan dosa yang dilarang agama, juga akan memberikan kita opsi terbaik dari cara terbaik–terlep­as keluarganya kelak jadi apa. Menyusui anak-anak kita, disamping sehat bagi bayi, juga akan memberikan kedekatan emosional dengan anak kita, pengalaman yang begitu menakjubkan–te­rlepas dari anaknya bakal sukses atau gagal. Belajar atau bekerja habis-habisan, jika dilengkapi dengan pemahaman baik, maka akan memberikan esensi proses yang baik, makna keseharian yang penting, yang kalaupun tidak ada korelasinya dengan hasil, tetap memberikan kelegaan. Kelegaan yang lebih lega dibanding hasilnya.

Ingatlah selalu: kebahagiaan bersemayam di hati setiap orang. Kesuksesan juga menetap di hati setiap orang.

Bagi orang-orang yang paham soal ini, maka urusannya sederhana. Kita tidak pernah tahu ending hidup kita sebelum masa itu tiba. Tidak seperti film, yang ada tulisan besar2 “The End” atau “Tamat”, ending sejati dari hidup kita adalah rahasia. Dengan semua misterinya, maka selalu melakukan yang terbaik, dengan cara yang terbaik, dan biarlah Tuhan menentukan hasilnya, akan menjadi pilihan terbaik bagi kita. Biarlah Tuhan yang menuliskan ending terindahnya.

*Tere Lije, repost*

Semoga Bermanfaat.

Salam Positif & Optimis! 😀
DiniAnnisa

Muhajirin – Anshor 3 : Pertanyaan

Pertanyaan:
D: Assalamu’alaikum warrohmatullahi wabarrokatuh.

Ustadz dan teman-teman, saya punya 2 pertanyaan, mohon penjelasannya:

Pertanyaan 1.)

Pada malam hari ketika bulan ramadhan di mushola2 biasanya setelah sholat tarawih berjamaah langsung dilanjutkan dengan sholat witir berjamaah. Kemudian jamaah sholat pulang ke rumah masing2. Di beberapa tempat pada 10 malam terakhir di hari ganjil juga diadakan sholat sunah tasbih berjamaah pada tengah malam. Pertanyaannya adalah apakah sah apabila melaksanakan sholat tasbih berjamaah setelah sebelumnya melaksanakan sholat witir? Seperti yang pernah ditemui, imam sholat tarawih, witir dan sholat tasbih juga sama di 1 malam tsb, tetapi beliau melaksanakan sholat witir terlebih dahulu.

Pertanyaan ke-2.)

Kondisi 1:
Suatu ketika saat sedang melaksanakan sholat wajib sendirian di masjid krn sholat berjamaah telah lama usai, niat dari awal juga sholat sendiri. Tiba2 setelah melakukan takbir dan tengah membaca doa iftitah, datang 2 org yg menepuk pundak, kmudian berdiri di samping kanan & kiri lalu mengikuti gerakan sholat saya. Apabila itu artinya saya menjadi imam bagi mereka, apakah bacaan takbir2 saya selanjutnya harus dikeraskan hingga mereka berdua mendengar?

Kondisi 2:
Jika suatu ketika saya sholat sendiri di masjid dan berniat melaksanakan sholat sunnah: tahiyatul masjid, sunnah wudhu, atau rawatib misalnya, kemudian datang orang lain yang menepuk pundak & tiba2 mengikuti gerakan sholat. Bagaimana dengan sholatnya? -> *bingung sendiri yg ini*

Terima kasih atas penjelasannya.
—————————————————-
Jawaban:

I: kondisi 1: iya, suara takbir selanjutnya dikeraskan.

I: Kondisi 2: artinya niat sholat kita beda sama yang nepuk pundak kita kan? Jadi kita sholat sunnah, mereka sholat wajib. Ada dua pendapat, pertama yaudah gakpapa jamaah toh tidak ada perbedaan dalam rukun sholatnya. Lagipula, dulu di jaman Rasul, ada seorang sahabat yang datang ke masjid ketika Rasul dan yang lain sudah selesai sholatnya. Setelah itu, Rasul bilang ke sahabat, adakah yang bersedia bersedekah dengan menemani si Fulan sholat, lalu seorang sahabat pun berdiri dan menemani si Fulan sholat. Si Fulan sholat wajib sedangkan sahabat sholat sunnah dengan niat menemani.

Sahabat tersebut adalah Abu Bakar. Tapi, pendapat kedua bilang kalau misalnya kita ga mau berjamaah karena beda niat sholat juga gapapa, cukup bergeser atau kasih tanda2 lainnya kalau kita sedang sholat sunnah, bukan sholat wajib, hoho.

F: Tanda *lambai tangan seolah say “No”

I: Kalau pertanyaan pertama, aku juga pernah nanya ke kakak mentor, kalau kakak mentor bilang gakpapa ntar nyampe rumah tinggal dilanjutkan dengan sholat tahajjud atau sholat tasbih, setelah sebelumnya sholat witir jamaah di masjid, hehe tapi kalau yang ini aku ga berani jamin jawabannya, hehe. Kalau pertanyaan yang sebelumnya, itu ada di Fiqh Sholat, hehe.

A: *sambil nunggu jawaban pak banu, mau ikut nimbrung.. Boleh melakukan sholat sunnah setelah witir menurut jumhur ulama’. Kondisi pertama hilda jadi imam. Kondisi kedua sama spt kondisi pertama, gpp diteruskan aja sholat sunnahnya. Yg dibelakang jg gpp mengikuti krn disamping ketidaktahuannya jg krn tata cara sholatnya masih sama. Yg tidak boleh adl bila tata cara sholatnya berbeda, misal imam sholat jenasah eh makmumnya niat sholat dhuhur.

Pak Banu Muhammad: Pertanyaan 1: bahkan saya termasuk yg mendukung pendapat bahwa sholat tasbih di malam ganjil bukan sunnah. Cukup tarawih dan witr.

Tdk ada masalah sholat sunnah lain setelah witr. Witr bisa dilakukan sebelum tidur. Bisa juga menjelang fajar menutup QL

Semangat beribadah ya. Ibadah adl obat terbaik bagi hamba yg banyak ma’shiatnya.

Khususnya ibadah sunnah utama semacam QL, witr, tilawah dan shoum sunnah

N: Mau nyambung pertanyaan D dikit, jd kalo misalnya kita masbuk, tp terus ada yg nepok pundak & ngikutin gerakan shalat kita jg gapapa, kita nerusin shalat sbg imam? Pdhl kan sebelumnya kita makmum juga

Pak Banu Muhammad: Gak papa n, InsyaAlloh

Posted from WordPress for BlackBerry.

Nuurun ‘ala Nuur: Menyederhanakan Rasa :)

Agar tak membumbung saat dihujani pujian dan tak terpuruk ketika menemui cacian.
Dua kutub ekstrem itu nanti yang akan membuatmu menjadi ‘manusia’ di tengah-tengah manusia.
Karena diatas segalanya adalah Alloh yang telah mengatur.
Ilmu manusia seringkali terlalu dangkal untuk dapat memahami perhitunganNya yang begitu detail atas ketetapan-ketetapan yang telah dibuatNya.

Pun ketika (merasa) paham,,,,
pemahaman itu adalah karuniaNya.

#ntms