Sahabat

Berikut ini adalah tausyiah yang disampaikan oleh Fikri Aulia Rahman pada Kamis, 5 September 2013:

sahabat pada hari kiamat akan bermusuhan kecuali mereka yg bertakwa.
QS Azzukhruf:67

yap, default ikatan persahabatan ternyata permusuhan, sama halnya dengan default eksistensi manusia yg merugi (al ashr). so, hati-hati milih sahabat, klo ngebawa maksiat ama bikin jauh sama Allah,lebih baik jaga jarak. dan trus tambah sahabat yg ngebuat nambah taat ama deket ke Allah.

secara dzahir,banyak mungkin yg kliatan akrab,klop,tapi sayangnya ga dalam rangka takwa, mesti nanti diakherat bakal head to head saling menjatuhkan,bukan sembarang menjatuhkan,tapi saling menjatuhkan ke neraka. saling tuding, adu argumen,sama-sama beralasan,kenapa kebersamaan mereka dulu,bukan dalam rangka takwa kepada Allah.

terus klo sahabat yg bikin makin taat ama deket ke Allah gimana tandanya?ahh,mungkin secara dzahir jarang bertemu,tapi inspirasi kebaikannya selalu kita ingat,serta ada ketersalingan doa yg hadir dalam waktu-waktu mustajab.

imam atthobari menafsirkan ayat diatas:
“Allah Yang Maha Tinggi sebutan-Nya menegaskan bahwa orang-orang yang saling mencintai atas dasar kemaksitan-kemaksiatan kepada Allah di dunia kelak pada hari kiamat sebagian mereka menjadi musuh bagi sebagian yang lain; sebagian mereka berlepas diri dari sebagian yang lain kecuali orang-orang yang saling mencintai atas dasar ketakwaan kepada Allah.” (Jaami’ul Bayaan: 25/56)

Ibnu ‘Athiyyah berkata dalam tafsirnya:

“Sesungguhnya Allah Ta’ala menyebutkan sebagian kondisi hari kiamat– bahwa disebabkan permulaannya yang mengerikan dan kepanikan yang mengepung manusia, maka setiap teman karib di dunia yang berteman bukan atas dasar ketakwaan menjadi saling bermusuhan dan saling membenci. Hal tersebut dikarenakan ia melihat bahaya yang menimpa dirinya justru berasal dari kawan karibnya sendiri. Adapun orang-orang yang bertakwa mereka melihat bahwa manfaat mengalir dari sebagian mereka kepada sebagian yang lain.” (AL-Muharrar Al-Wajiiz: 13/247)

Sedang An-Nasafiy berkata: “Maksudnya pada hari itu semua kecintaan diantara orang-orang yang saling mencinta pada selain dzat Allah akan terputus dan berbalik menjadi permusuhan. Berarti dikecualikan kecintaan orang-orang yang bersahabat karena Allah. Sesungguhnya itulah kecintaan yang kekal.” (Madaarikut Tanziil Wa Haqaa`iqut Ta`wiil: 4/109)

Bila ingin mencari teman,sahabat, dan saudara maka carilah yang mau memberikan nasehat, menunjukkan pada kebaikan, mengajarkan ilmu yang bermanfaat, dan benar cintanya karena Allah Ta’ala. Karena teman dan saudara yang seperti itu bisa menjadi sebab bagi dirinya untuk memperbanyak ketaatan dan semakin mendekat dirinya kepada Allah Jalla Wa ‘Alaa.
-ust ibnu luthfi-

Al-Auza’iy menceritakan dari Yahya Bin Abi Katsir berkata: “Sebaik-baik saudara adalah yang berkata kepada sahabatnya, “Kemarilah, mari kita berpuasa sebelum kita meninggal”. Dan seburuk-buruk saudara adalah yang berkata kepada saudaranya, “Kemarilah, mari kita makan dan minum sebelum kita mati”.” (Hilyatul Auliyaa`: 3/71)

Salah satu hal ajaib dari pertemanan adalah tidak ada jadiannya,tidak ada akadnya,tidak ada nembaknya,tidak ada.Tiba-tiba sudah teman baiklah. Dan teman baik selalu Mempunyai ruang untuk teman baik berikutnya.
-tere liye-

Alhamdulillah,terima kasih ya Allah,atas nikmat berupa sahabat-sahabat baik nan luar biasa ini.
ampunilah semua dosa mereka,senantiasa berikanlah mereka petunjuk serta kebahagian dunia lebih-lebih akheratnya.

Aamiin…

Afdhal Adha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s