Lailatul Qadar (MA3: Tausyiah)

Berikut adalah tausyiah yang disampaikan oleh Pak Banu Muhammad pada 4 Agustus 2013:

Barangsiapa ingin mencarinya (lailatul qadar), hendaklah ia mencarinya pada malam kedua puluh tujuh. (HR. Ahmad, dishahihkan Al-Albani)

Hadits Doa Lailatul Qadar

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

Dari Aisyah ia berkata, “Aku bertanya, ‘Ya Rasulullah jika aku mengetahui bahwa malam itu adalah lailatul qadar, apa yang harus aku ucapkan waktu itu?’ Rasulullah bersabda, ‘Ucapkanlah: Allaahumma innaka ‘afuwwun kariim tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii (Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia, Engkau Mencintai Pemaafan, maka maafkanlah aku).’ (HR. Tirmidzi, shahih menurut Al-Albani).

Saudaraku, seorangb ‘alim pernah berkata, perbedaan I’ tikaf dan lailatul qadr ada pada dimensi waktu & tempat. Itikaf tidak dibatasi oleh waktu, namun dibatasi oleh tempat. Sedangkan lailatul qadr dibatasi waktu, namun tidak dibatasi tempat.

Bagaimana meraihnya?

Ada 2 cara :
1. Cara terbaik : kombinasi antara I’tikaf di masjid dan ibadah aapun yang dapt dilakukan. Itikaf bukan tidur, namun terjaga. Orang2 yang terjagalah yang akan dapat kemuliaan lailatul qadr, salaamun hiya hattaa mathla’il fajr.

2. Lailatul qadr bagi yang berhalangan, teejagalah sepanjang malam, tetaplah dalam ketaatan, insyaAllah akan dicatat sebagai kebaikan yg berlimpah.

Ayoooo hidupkan malam ini dan selanjutnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s