(MA3: Tausyiah)

Berikut adalah tausyiah yang disampaikan oleh Bagus Ferry Setyawan pada Senin, 12 Agustus 2013:

“Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam.
Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah
shalat seluruh malamnya.”

(HR. Muslim no. 656)

Berikut adalah tausyiah yang disampaikan oleh Bagus Ferry Setyawan pada Senin, 12 Agustus 2013:

“Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam.
Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah
shalat seluruh malamnya.”

(HR. Muslim no. 656)

Shalat Witir (MA3: Tausyiah)

Berikut adalah tausyiah yang disampaikan oleh Bagus Ferry Setyawan pada Minggu, 11 Agustus 2013:

Dari Abu Qatadah Radhiyallahu anhu, ia
berkata, “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
berkata kepada Abu Bakar, ‘Kapan engkau
shalat Witir?’ Dia menjawab: ‘Aku shalat
Witir sebelum tidur.’ Beliau lalu bertanya
pada ‘Umar, ‘Kapan engkau shalat Witir?’
Dia menjawab, ‘Aku tidur kemudian shalat
Witir.’” Dia (Abu Qatadah) berkata, “Beliau
berkata kepada Abu Bakar: ‘Engkau telah
mengambilnya dengan hati-hati.’ Dan
berkata kepada ‘Umar: ‘Engkau telah
mengambilnya dengan kekuatan.’

(MA3: Tausyiah)

Berikut adalah tausyiah yang disampaikan oleh Bagus Ferry Setyawan pada Minggu, 11 Agustus 2013:

”Suatu waktu Abu Bakar melaksanakan
shalat Ashar. Setelah itu berjalan pulang
dan melihat Al-Hasan bin Ali sedang
bermain dengan anak-anak . Abu Bakar lalu
menggendongnya seraya berkata, ”Sungguh,
anak ini sangat mirip dengan Nabi, tidak
mirip Ali”. Ali pun tertawa mendengar
itu.” (HR. Bukhari no. 3278).

Muhammad bin Al-Hanafiyyah berkata:
“Aku bertanya kepada ayahku (Ali bin Abi
Thalib), ”Siapa orang terbaik setelah
Rasulullah s.a.w, ia menjawab:
” Abu Bakar”.

Aku bertanya lagi, Lalu siapa lagi?” Ali
menjawab:

”Lalu Umar (bin Khattab) .”
Aku khawatir bapakku menjawab (setelah
itu), ‘Utsman (bin Affan). ‘

maka aku pun
berkata:
”Kemudian setelahnya Engkau, wahai
ayahku?.”

Ali menjawab:
”Aku hanyalah seorang laki-laki biasa
seperti muslim lainnya.”
(HR. Bukhari no. 3671).

Hadits pertama menunjukkan betapa akrabnya para sahabat Nabi, dan disitu disebutkan contoh keakraban Abu Bakr dan Ali, nampak dari candaan mereka 🙂

Tentang Ayat-Ayat Sajadah (MA3: Pertanyaan)

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum. Mau nanya hal singkat lagi. Hehe..
Tadi pas nonton hafidz Indonesia kalo ga salah katanya ada ayat yang pas dibaca disunahkan bersujud atau mengucap tasbih. Ayat apa sajakah itu?
*tadi ga kedengeran jelas pas dibilangin hehe* makasih 🙂

Jawaban:
APA ITU AYAT SAJADAH ?

Ayat Sajadah adalah ayat-ayat tertentu dalam Al-Qur’an yang bila dibaca disunnahkan bagi yang membaca dan mendengarnya untuk melakukan sujud tilawah.

AYAT-AYAT SAJADAH.

Surah Al-A’Raaf (7) Ayat 206.
Surah Ar-Ra’d (13) Ayat 15.
Surah Al-Nahl (16) Ayat 50.
Surah Al-Isra’ (17) Ayat 109.
Surah Maryam (19) Ayat 58.
Surah Al-Hajj (22) Ayat 18.
Surah Al-Hajj (22) Ayat 77.
Surah Al-Furqaan (25) Ayat 60.
Surah An Naml (27) Ayat 26.
Surah As-Sajdah (32) Ayat 15.
Surah Shaad (38) Ayat 24.
Surah Fushshilat (41) Ayat 38.
Surah An-Najm (53) Ayat 62.
Surah Al-Insyiqaq (84) Ayat 21.
Surah Al-’Alaq (96) Ayat 19.
KEUTAMAAN AYAT SAJADAH DAN SUJUD TILAWAH

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika anak Adam membaca ayat sajadah, lalu dia sujud, maka setan akan menjauhinya sambil menangis. Setan pun akan berkata-kata: “Celaka aku. Anak Adam disuruh sujud, dia pun bersujud, maka baginya surga. Sedangkan aku sendiri diperintahkan untuk sujud, namun aku enggan, sehingga aku pantas mendapatkan neraka.”. (HR. Muslim nomor 81).

HUKUM SUJUD TILAWAH.

Pada hari Jum’at Umar bin Khattab pernah membacakan surat An Nahl hingga sampai pada ayat sajadah, beliau turun untuk sujud dan manusia pun ikut sujud ketika itu. Ketika datang Jum’at berikutnya, Rasulullah saw membaca ayat sajadah lantas berkata, “Wahai sekalian manusia. Kita telah melewati ayat sajadah. Barangsiapa bersujud, maka dia mendapatkan pahala. Barangsiapa yang tidak bersujud, dia tidak berdosa.” Kemudian ‘Umar pun tidak bersujud. (HR. Bukhari nomor 1077).

BACAAN KETIKA SUJUD TILAWAH

Bacaan ketika sujud tilawah sama seperti bacaan sujud ketika shalat. Ada beberapa bacaan yang bisa kita baca ketika sujud di antaranya:

Dari Hudzaifah, beliau menceritakan tata cara shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ketika sujud beliau membaca: “Subhaana robbiyal a’laa”. Artinya: Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi. (HR. Muslim no. 772).
Dari ‘Aisyah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca do’a ketika ruku’ dan sujud: “Subhaanakallahumma robbanaa wa bi hamdika, allahummagh firliy.” Artinya: Maha Suci Engkau Ya Allah, Rabb kami, dengan segala pujian kepada-Mu, ampunilah dosa-dosaku. (HR. Bukhari no. 817 dan Muslim no. 484).
Dari ‘Ali bin Abi Tholib, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika sujud membaca: “Allahumma laka sajadtu, wa bika aamantu wa laka aslamtu, sajada wajhi lilladzi kholaqohu, wa showwarohu, wa syaqqo sam’ahu, wa bashorohu. Tabarakallahu ahsanul kholiqiin.”. Artinya: Ya Allah, kepada-Mu lah aku bersujud, karena-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah diri. Wajahku bersujud kepada Penciptanya, yang Membentuknya, yang Membentuk pendengaran dan penglihatannya. Maha Suci Allah Sebaik-baik Pencipta. (HR. Muslim no. 771).

Sumber:
http://alquranalhadi.com/index.php/kajian/tema/333/ayat-ayat-sajadah
http://rumaysho.com/hukum-islam/shalat/3062-panduan-sujud-tilawah-1-keutamaan-dan-hukum-sujud-tilawah.html
http://maston.abatasa.com/post/detail/7800/-sujud-tilawah–ayat-sajadah

di quran ada tandanya Mi biasanya di akhir ayatnya

Tanda masjid gitu mi, 😀

“Setiap kali bertemu dengan ayat sajadah, Rasul sujud dan kami pun sujud pula sampai-sampai ada yang tidak kebagian tempat untuk sujud” »» tapi lupa sahabat mana yang cerita, hoho.

Yang membaca dan yang mendengar disunahkan sujud

Nama Sahabat yang Termaktub dalam Al Quran (MA3: Quiz)

Pertanyaan:
Quiz menunggu buka : Sebutkan nama sahabat yg namanya temaktub dlm AlQur’an! Sebutkan QS berapa ayat berapa!

Jawaban:
Zaid bin haritsah
Al-Ahzab:37. Kisahnya ttg perceraian zaid. Alasan: tidak sekufu sama istrinya.
Itulah pentingnya sekufu dalam menikah. *kata ustadz dono di suatu hari yang indah ketika diskusi*