MENGENAL RAJA FAISAL IBNU ABDUL AZIZ RAJA SAUDI YG FENOMENAL

Berikut adalah tausyiah yang disampaikan oleh Bagus Ferry Setiawan pada Senin, 24 Juni 2013:

MENGENAL RAJA FAISAL IBNU ABDUL AZIZ
RAJA SAUDI YG FENOMENAL

Raja Faisal adalah kepala negara Arab Saudi yang paling populer hingga saat ini.

Dia pernah dinobatkan sebagai Man of the Year 1974 versi
majalah TIME, sebuah media massa terkemuka di Amerika Serikat. Namun penobatan itu bukan lantaran Faisal disenangi publik Amerika, tapi sebaliknya dia adalah orang yang pernah bikin pusing pemerintah Amerika, bahkan hampir membuat negara itu lumpuh akibat embargo minyak yang diprakarsainya.

Nama lengkapnya adalah Faisal Ibnu Abdul Aziz Ibnu Abdul Rahman Ibnu Faisal As-Saud.
Iadilahirkan pada bulan April 1906. Faisal adalah putra Raja Abdul Azis ibnu Saud. Pendidikan Faisal terutama dalam pendidikan agama di antara keluarganya dia tergolong menonjol.
Raja Faisal juga keturunan langsung Muhammad bin Abdul Wahhab. Nasab kakeknya Raja Faisal yaitu Muhammad bin Abdul Wahab adalah :
Muhammad bin Abdul Wahhab bin Sulaiman bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Rasyid bin Buraid bin Muhammad bin Buraid bin Musyarrof bin Umar bin Mu’dhad bin Rais bin Zakhir bin Muhammad bin Alwi bin Wuhaib bin Qosim bin Musa bin Mas’ud bin Uqbah bin Sani’ bin Nahsyal bin Syaddad bin Zuhair bin Syihab bin Rabi’ah bin Abu Suud bin Malik bin Hanzhalah bin Malik bin Zaid Manah Ibni Tamim bin Mur bin Ad bin Thabikhah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan.

Adapun ibu muhammad bin abdul wahab adalah Bintu Muhammad Azaz Al-Musyarrofi Al- Wuhaibi At-Tamimi.

Nasab beliau bertemu dengan nasab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada Ilyas bin Mudhar, terus sampai kepada Nabi Ismail dan Ibrahim ‘alaihimassalam.Beliau berasal dari Bani Tamim, kabilah yang dicintai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat, sebagaimana dalam riwayat berikut,
ﻗَﺎ ﻝ ﺃَﺑُﻮ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﻟَﺎ ﺃَﺯَﺍﻝُ ﺃُﺣِﺐُّ ﺑَﻨِﻰ ﺗَﻤِﻴﻢٍ ﻣِﻦْ ﺛَﻠَﺎﺙٍ
ﺳَﻤِﻌْﺘُﻬُﻦَّ ﻣِﻦْ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠﻪ ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪ ﻳَﻘُﻮﻝُ ﻫُﻢْ
ﺃَﺷَﺪُّ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﺪَّﺟَّﺎﻝِ ﻗَﺎﻝَ ﻭَﺟَﺎﺀَﺕْ ﺻَﺪَﻗَﺎﺗُﻬُﻢْ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰُّ
ﻫٰﺬِﻩِ ﺻِﺪَﻗَﺎﺕُ ﻗَﻮْﻣِﻨَﺎ ﻗَﺎﻝَ ﻭَﻛَﺎﻧَﺖْ ﺳَﺒِﻴَّﺔٌ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﻋِﻨْﺪَ ﻋَﺎﺋِﺸَﺔَ
ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪ ﺃْﺗِﻘِﻴﻬَﺎ ﻓَﺈِﻧَّﻬَﺎ ﻣِﻦ ْ ﻭَﻟَﺪِ ﺇِﺳْﻤَﻌﺎِﻳﻞَ

“Abu Hurairah berkata, aku selalu mencintai Bani Tamim karena tiga perkara yang aku dengarkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Aku mendengar Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Mereka (Bani Tamim) adalah umatku yang paling keras terhadap Dajjal.’ Kata Abu Hurairah, ketika datang sedekah dari bani Tamim, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Ini adalah sedekah dari kaum kita.’ Lalu Abu Hurairah, ada seorang tawanan (budak) wanita dari Bani
Tamim milik Aisyah radhiallahu ‘anha, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bebaskan dia, karena sesungguhnya dia adalah keturunan Nabi Ismail ‘alaihissalam.” (HR. Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim).

Faisal menjadi Raja Muda Hijaz pada tahun 1926.Setelah itu pada tahun 1930 ia diangkat menjadimenteri luar negeri.
Ketika ayahnya, Abdul Azis, wafat pada tahun1953, kakak Faisal yang bernama Saud menggantikannya. Faisal menjadi putra mahkota Saud.

Setahun kemudian, tepatnya tahun 1954, Faisal diangkat menjadi Perdana Menteri.Sebuah krisis keuangan pemerintah yang parah pada tahun 1958 mendorong pengalihan kekuasaan
administratif secara penuh kepada Faisal. Sehingga Saud hanya sebagai simbol saja.

Pada tahun 1964, akhirnya Saud diturunkan dari tahtanya, digantikan Faisal. Raja baru ini kemudian bekerja dengan penuh semangat mempersatukan dunia Islam dan dunia Arab sehingga menjadi pemimpin yang menonjol di dunia Islam dan dunia Arab.

Salah satu peran pentingnya adalah turut membidani lahirnya Organisasi Konferensi Islam (OKI). Ini didorong oleh keinginannya yang kuat untuk mempersatukan dunia Islam dan
mempererat ukhuwah Islamiyah.Faisal dikenal sebagai raja yang shalih dan sangat memperhatikan kesejahteraan rakyatnya.

Salah satu langkah awal dari program Faisal untuk mensejahterakan rakyatnya adalah me-’rumah’-kan rakyatnya. Hal ini karena mayoritas rakyatnya adalah orang-orang Badwi
yang memiliki pola hidup nomaden (berpindah- pindah tempat tinggal) di padang pasir.

Faisal berpendapat cara hidup seperti ini susah untuk membuat orang sejahtera. Untuk itu Faisal membangun prasarana berupa jalan beraspal, perumahan yang layak dan membuka lapangan
pekerjaan di berbagai bidang untuk seluruh rakyatnya.

Faisal juga membuat pembaharuan dalam bidang pendidikan. Tadinya perempuan tidak diberi kesempatan memasuki sekolah. Sejak zaman pemerintahan Faisal perempuan didorong untuk sekolah. “…untuk pertama kali kita mendorong anak-anak perempuan untuk belajar di sekolah negeri,” kata Raja Faisal, seperti dikutip majalah National Geographic, edisi Januari 1966.

Dengandibuatnya jalan-jalan aspal modern di gurun-gurun pasir Arab Saudi maka perjalanan di gurun menjadi jauh lebih singkat. Sebuah perjalanan yang sebelumnya ditempuh 3-4 hari
menjadi menjadi hanya 6-7 jam. Tentu saja ini jadi semakin menggerakkan roda ekonomi. Lalu lintas pun jadi semakin ramai.

Pada masa awal pemerintahan Faisal itu pula ditemukan ladang-ladang minyak baru di perairan Arab Saudi, terutama di lepas pantai kota Dahran. Penempuan ini jelas berdampak
positif bagi program pembangunan yang dicanangkan Raja Faisal. Penemuan emas hitam itu membenarkan janji Allah dalam Al-Quran:
“Jika penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, Allah akan menurunkan berkah dari langit dan bumi.”

Sejak itu Arab Saudi menjadi negara dengan sumber minyak bumi terbesar di dunia. Seluruh Timur Tengah pada tahun 1968 menghasilkan 3,8 milyar barel pertahun, terbesar di dunia.
Cadangan minyak yang belum digali ada 248 milyar barel. Saingan terdekatnya adalah Afrika yang cadangan minyaknya 42,5 milyar barel.

Keadaan itu menjadikan negara-negara di kawasan Timur Tengah mempunyai posisi tawar tinggi dalam politik ekonomi minyak melawan Uni Sovyet dan Amerika. Inilah yang disebut
senjata minyak, karena konsumsi minyak tertinggi adalah negara-negara industri yaitu Amerika, Jepang dan benua Eropa.
Dalam perang Enam Hari antara negara-negara Arab melawan Israel pada bulan Juni 1967,Arab Saudi memberikan subsidi ekonomi yang tinggi kepada negara-negara Arab yang memerangi Israel, yakni Mesir, Yordan dan Suriah.

Pada Perang Yom Kippur tahun 1973, perang besar kedua antara Arab Israel, Arab Saudi kembali mengambil peran besar dalam mendanai perang itu. Perang itu disebut Perang Yom Kippur karena peperangan itu terjadi pada saat hari raya umat Yahudi, Yom Kippur. Kadang disebut juga Perang Badar Baru karena terjadi pada bulan Ramadhan.

Berkat dukungan itu, pasukan Mesir yang terdiri dari sukarelawan Ikwanul Muslimin dan tentara reguler Mesir menghasilkan kemenangan yang gilang-gemilang. Pasukan Israel terpukul mundur dari tepi timur Terusan Suez dan
terpukul mundur pula dari sebagian Jazirah Sinai.

Kemenangan ini juga berkat strategi yang hebat. Pada saat pasukan Mesir menyerang dari arah Barat, pada saat yang sama tentara Irak dan Yordania menyerang dari arah timur,
tentara Suriah dan Libanon dari arah utara, serta mujahidin Palestina dari dalam kota-kota di wilayah pendudukan Israel.

Sebagian besar biaya perang ini ditanggung oleh Arab Saudi. Karena Amerika Serikat dan negara-negara industri Eropa diketahui menjadi pendukung penuh Israel, Raja Faisal kemudian menggunakan minyak sebagai salah satu senjata
perangnya. Ia memimpin embargo minyak kepada negara-negara Barat.
Akibatnya industri dan transportasi di negara Barat menjadi kacau. Rakyat Amerika dan Eropamengantri panjang untuk mendapatkan BBM. BBM dijatah seperti Indonesia pada masa krisis. Akibatnya Amerika terpaksa menghentikan sementara bantuannya kepada Israel. Untuk mengatasi krisis Presiden AS Richard Nixon sampai turun tangan langsung.
Ia segera mengunjungi Raja Faisal di negaranya pada bulan Juni 1974 dan memintanya menyerukan penghentian embargo minyak dan perang Arab-Israel.

Dengan penuh izzah Raja Faisal berkata, “Tidak akan ada perdamaian sebalum Israel mengembalikan tanah-tanah Arab yang dirampas pada tahun 1967!”

Alhasil Nixon pulang ke negaranya dengan tanpa hasil Penolakan itu jelas membuat Amerika merasa geram. Diam-diam mereka merencanakan sebuah operasi untuk menyingkirkan Raja Faisal. Pada tanggal 25 Maret 1975 Faisal wafat, dibunuh oleh keponakannya sendiri di istananya.

Penyelidikan resmi menyatakan pembunuhan itu dilakukan
sendiri. Namun banyak orang yakin, Amerika dengan CIA-nya berperang sebagai dalang pembunuhan itu.

Selamat jalan wahai raja yang adil dan pemberani. Semoga Allah menempatkan engkau bersama para syuhada di surga-Nya…aamiin….

apakah benar raja saudi itu keturunan yahudi &
mazhabnya sesat…Raja saudi sendiri sdh membantah isu2 tsb :
Raja ‘Abdul ‘Aziz dalam khutbahnya di Makkah pada bulan Dzulhijjah 1347 H / Mei 1929 M, mengatakan :

“Mereka menjuluki kami “Wahabiyyun” dan madzhab kami adalah “Wahabi” sebagai madzhab tertentu, maka ini kesalahan fatal akibat kabar bohong yang didesuskan oleh
sebagian kalangan yang memiliki niat jahat.

Kami bukanlah pemeluk madzhab baru atau aqidah baru. Muhammad Bin ‘Abdil-Wahab Rahimahullah tidaklah membawa ajaran baru. Aqidah kami adalah aqidah salafush shalih yang
diajarkan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagaimana pemahaman salafush shalih.

Kami menghormati para imam empat, tidak ada bedanya bagi kami antara Malik, Syafi’i, Ahmad, dan Abu Hanifah, semuanya terhormat dalam
pandangan kami”…

“Inilah aqidah yang diemban oleh Syaikhul Islam Muhammad Bin ‘Abdil Wahhab Rahimahullah. Inilah aqidah kami, sebuah aqidah yang dibangun di atas tauhid yang murni dari segala
noda-noda bid’ah.

Aqidah tauhid inilah yang kami dakwahkan dan dapat menyelamatkan kita dari semua petaka” …

[Koran Ummul-Qurra’ edisi Dzulhijjah 1347 H, Mei 1929 M. Islamiyyah Laa Wahabiyyah halaman 396

oleh Dr. Nashir ‘Abdil Karim Al-‘Aql, Kunuz Isybiliyyah, Cet. II, 1425]…

🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s