(MA3: Pertanyaan)

Pertanyaan:
Knp kadang ada akhwat itu yg ga mau jika berboncengan dg teman ikhwannya, tp jika dg tukan ojek serasa biasa2 sj.. Buknnya sama2 bukan muhrim? Lantas gimana tnggapan kawan2 grup ini ? Hehe.  Jzk.

Jawaban:
Pak Banu Muhammad:
Ini sama halnya dg seorang perempuan naik taxi sendirian. Asalnya adalah tdk boleh. Akan tetapi ada beberapa hal yg membolehkan dg beberapa syarat

Yang pertama adalah darurat.

Yang kedua, memang tdk sangat darurat, tapi ada keyakinan atau ada jaminan atas keamanannya (ini kasus taxi dan diluar konteks berduaan dg non muhrim)

Selain itu memang baiknya melakukan upaya preventif. Misalnya dg memiliki kendaraan sendiri.

Atau merancang kondisi atau merencanakan perjalanan shg tdk harus dalam keadaan sulit begitu

Diluar itu, dg alasan praktis atau gak mau cape dll mungkin baiknya jangan sering-sering itupun dg banyak istighfar

Atau kalau terpaksa ngojek maka seperti ana dg istri. Ana sama istri. Tukang ojeknya boncengan sesama tukang ojek😀

Wallohu a’lam

Diantara langkah preventif terbaik adl dg menikah shg punya supir atau tukang ojek pribadi

Diantara langkah preventif adl beli rumah yg gak terlalu pelosok dan dalam.

🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s