Tentang Rizki

Berikut ini adalah tausyiah yang disampaikan oleh Ferry Bagus Setiawan pada Minggu, 30 Juni 2013:

Karena rizki ada bersifat yang ‘aam (umum) ada yang khosh (khusus)…
Maka berusalah meraih yang khosh.. dimana sedikit dari hamba Allah yang meraihnya…
Contoh rizki khosh adalah keberkahan waktu yang diberikan Allah pada Imam Asy-Syafi’i rahimahullah…
Telah masyhur bahwa beliau begitu bersemangat mengkhatamkan Al Qur’an di saat Ramadhan…
Bahkan beliau khatamkan 60 kali di bulan itu… siang satu kali, malam satu kali…
Hingga sampailah berita ini kepada Imam Adh-Dhohhak. Ia berazam menyamai capaian Asy-Syafi’i… Saat ramadhan tiba ia mulai fokus berusaha meraih angka 60 kali khatam.. ternyata .. ?
Di akhir Ramadhan ia baru capai 59 kali khataman… Ia berkata : “akan ku coba di ramadhan berikutnya”. Begitulah ia mencoba menyamai Asy-Syafi’i.. Ia berjuang di 3 ramadhan berturut-turut…
Tetapi tetap saja ia terhenti di angka 59 kali khatam…
Hingga akhirnya Adh-Dhohhak berkata : “saya baru tahu sekarang.. bahwa apa yang ingin ku raih telah dikhususkan Allah untuk Asy-Syafi’i”

Semoga kisah ini memberi pelajaran dan ‘ibrah bagi kita semua…

๐Ÿ™‚

Advertisements

baiknya batin dan ihsannya niat adalah ketenangan bagi hati pemiliknya — Bagus Ferry Setiawan

Ihsan = seolah melihat Allah, kalaupun ga melihat Allah yakinlah kalau Allah melihat kita

๐Ÿ™‚

Carilah hatimu dalam tiga hal (MA3: Tausyiah)

Berikut adalah tausyiah yang disampaikan oleh Rosidi Riskiandi pada Kamis, 27 Juni 2013:

“Carilah hatimu dalam tiga hal:

(1) Ketika membaca alQuran
(2) Ketika dalam majelis dzikir
(3) Pada waktu2 berkhalwat (dgn Allah,-red)

Jika kamu tidk menemukannya dlm tiga tempat ini, maka mintalah kepada Allah agar memberimu hati. Karena sesungguhnya kamu tidak memiliki hati.”

— Ibnul Qayyim alJauziyah, dalam alFawaid-nya

======================
Ramadhan makin mendekat. Mari hadirkan hati, agar semangat makin berlipat!

Salam, @IndonesiaQuran Foundation

๐Ÿ™‚

Kekeringan yang kita lihat dalam jiwa-jiwa kita, perpecahan yang kita rasakan di hati-hati kita, dan kegoncangan yang kadang merusak kehidupan kita, tidak bisa diobati kecuali dengan menyendiri membaca Al Qur`an, dan ketenangan dalam khusyu’ dzikrullah —- Bagus Ferry Setiawan

๐Ÿ™‚

Kandungan Q. S. Al Mu’minuun Ayat 1 dan 2 (MA3: Tausyiah)

Berikut adalah tausyiah yabg disampaikan oleh Bagus Ferry Setiawan pada Juni 2013:

Bismillah… kita duduk sejenak bersama surat al-mukminuun….

1. Surat Al Mukminuun diturunkan sebelum hijrah.. sehingga ia termasuk surat makkiyah…

2. Turun setelah surat Al-Anbiyaa`.. dan di Mushaf letaknya setelah surat Al-Hajj, dengan jumlah 118 ayat (ayo hafalin cuma 4 lembar saza kok)

3. Surat ini juga termasuk dari Juz ke-18, yang bagi saya pribadi menjadi salah satu bacaan terfavorit di al qur`an…dan cukup menguras air mata kita…

4. Surat ini menyebutkan sifat-sifat mukmin terpenting dan paling asasi, juga mengungkapkan nasib mereka yang dustakan Islam.

5. Seolah-olah surat ini berkata kepada kita : “ukurlah dirimu dengan bercermin pada sifat-sifat kaum mukminin yang mendapat keberuntungan, yang kupaparkan kepadamu !”

6. Mari kita lihat sifat-sifat yang harus menjadi cermin kita bersama…. agar Allah menjadikan kita hamba-hambaNya yang beruntung….

7. Surat ini diawali dengan ungkapan “sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman”

8. Dan sifat pertama dan paling utama ternyata : “yaitu mereka yang khusyu’ dalam sholatnya”

9. Sampai di point pertama… mari kita bercermin bersama.. Bagaimanakah selama ini sholat kita… ?

10. Pernahkah kita merasakan sensasi kekhusyu’an dalam sholat kita…?

11. Coba beri point berapa nilai yang kita dapat dalam masalah ini… mari nilai dengan jujur kualitas sholat kita…

12. Dari sini, kita melihat wajarlah bila dahulu Nabi pernah bersabda :

“Sesungguhnya pertama kali yang dihisab (ditanya dan diminta pertanggungjawaban) dari segenap amalan seorang hamba di hari kiamat kelak adalah shalatnya.
Bila shalatnya baik maka beruntunglah ia dan bilamana shalatnya rusak, sungguh kerugian menimpanya.โ€ (HR. Tirmidzi)

13. Dan bila kita ingat moment Isra Mi’raj kemarin, ternyata untuk urusan Sholat, sampe Allah memanggil Nabi langsung ke langit ketujuh tanpa perantara…

14. Oleh karena itu perlu banyak latihan atau Riyadhoh Ruhiyah untuk meraih kekhusyu’an ini…

15. Karena Shalat itu beraaaaaaaat banget, kecuali bagi mereka yang khusyu’ (coba buka Al Baqarah ayat 45)

16. Kalau mau tahu orang yang khusyu’ itu yang bagaimana, baca lagi ayat setelahnya (al baqarah ayat 46)

17. Jadi dari al baqarah 46 itu kita akan tangkap “esensi” dari khusyu’

18. Kita hadirkan “esensi itu dalam shalat kita”

19. Terus nuansa itu kita pertahankan sampai akhir sholat kita….

Tambahan Faldo:
Khusyuk dlm shalat menghadirkan : perasaan, kesadaran dan pikiran (materi Bang Banu)

Jika sy tidak salah, menghadirkan perasaan adalah yang utama. Perasaan yang sangat kuat bahwa kita sedang menghadap AllahSWT.

Dilanjutkan dgn kesadaran. Sadar bahwa kita sedang shalat dan sadar kita sedang berkomunikasi dgn-Nya

Pikiran. Ini dibawah perasaan dan kesadaran. Kita memikirkan AllahSWT dlm shalat kita.

Jika perasaan, kesadaran dan pikiran dibuat dlm lingkaran, perasaan adalah lingkaran inti (paling dalam), dilanjut dgn lingkaran kedua yaitu kesadaran dan dilanjut dgn lingkaran ketiga pikiran.

Senantiasa jaga shalat dalam 3 keadaan tersebut.

Jika keluar dr lingkaran, masuk lagi dan terus upayakan bertahan

Dan penting menyadari kita akan menghadap siapa saat akan shalat. Ya pakai baju khusus, parfum khusus, itu lebih baik.

Koreksi Pak Banu utk Faldo:
Kesadaran yg utama. Baru perasaan dan pikiran. Khususnya kesadaran menyembah Alloh dg Ihsan (beribadah seolah-olah melihat Alloh, jika tak sanggup yakinlah kalau Alloh Maha Melihat kita )

20. Makanya diantara tips latihan agar sholat kita khusyu’, pertama diawali dari wudlu yang sempurna.. tanpa tergesa-gesa….

21. Baca doa-doa yang diajarkan Nabi baik sebelum atau setelahnya… sungguh kalau kita baca doa-doa itu saja dengan penuh penghayatan… bercucuran airmata kita, remuk redam hati kita… jauh sebelum masuk takbir pertama dalam sholat kita….

22. Hayati betul sabda Nabi berikut ini :
โ€œBarangsiapa yang berwudhu lalu membaguskan
wudhunya,niscaya kesalahan-kesalahannya keluar
dari badannya hingga keluar dari bawah kuku-kukunya.โ€
(HR.Muslim no.245)

23. Juga Sabda Nabi berikut ini :
โ€œApabila seorang hamba yang muslim atau mukmin
berwudhu,lalu ia mencuci wajahnya maka akan
keluar dari wajahnya itu seluruh kesalahan yang
dilihat oleh kedua matanya bersama air wudhu
atau bersama akhir tetesan air wudhu. Apabila ia
mencuci kedua tangannya maka akan keluar dari
keduanya setiap kesalahan yang diperbuat oleh
kedua tangannya bersama air atau bersama akhir
tetesan air. Apabila ia mencuci kedua kakinya akan
keluar setiap kesalahan yang dilangkahkan oleh
kedua kakinya bersama air atau bersama akhir
tetesan air. Hingga ia keluar atau selesai dari wudhunya
dalam keadaan suci dan bersih dari dosa-dosanya.โ€(Shahih,HR.Muslim no. 244)