Kisah Abu Musa Al-Asy’ari: Tekun Beribadah (MA3: Tausyiah)

Berikut adalah tausyiah yang disampaikan oleh Andreas Senjaya pada Senin, 27 Mei 2013:

Sebelum wafat, Abu Musa Al-Asy’ari sangat sibuk beribadah dengan sungguh-sungguh. Seorang sahabatnya sampai berkata, “kenapa anda tidak mau berhenti barang sebentar? kasihanilah sedikit diri anda sendiri.”

Tapi ia menjawab, “sesungguhnya jika seekor kuda dibiarkan lepas begitu saja, ia akan menumpahkan semua yang dibawanya ketika sudah hampir tiba di tempat tujuannya. Padahal yg tersisa dalam hidupku lebih sedikit daripada hal itu.”

Abu Musa pun terus tekun beribadah sampai meninggal dunia. Sebelum ajal datang ia sempat berpesan kepada istrinya, “bersungguh-sungguhlah dalam menempuh perjalanan berat menuju akhirat, karena tidak ada yang dapat membantumu menyeberangi jurang jahanam”

Mari kita senantiasa beramal dalam kebaikan, karena sesungguhnya waktu yang berkurang sesaat demi sesaat dan yang hilang sesaat demi sesaat, dengan sendirinya akan mempersingkat perjalanan hidup kita ke batas akhir.

Sebelum kita dihadapkan pada pilihan bahagia atau celaka, maka kita harus mempersiapkan diri semaksimal mungkin, segera bertobat, dan mampu menundukkan nafsu. Jangan tertipu bujuk rayu syaithan yg mengarahkan kita tuk menunda-nunda tobat dan memandang baik kemaksiatan agar kita melanggarnya, hingga penyesalan yg kan mengghinggapi kita jika kita meninggal dalam keadaan lalai.

Semoga Bermanfaat.

Salam Positif & Optimis!😀
DiniAnnisa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s