Banyak yg Hilang dari Diri Kita ( MA3: Tausyiah)

Bismillah.
Tausiyah dari grup sebelah:

Pada kesempatan kali ini saya mau bertausiah (meringkas) tentang sub bab dr buku ‘Allah kokohkan kaki kami di jalan Mu’ yg berjudul ‘Banyak yg hilang dr diri kita’ Karangan M. Lili Nur Aulia

‘Kata-kata itu, bisa mati. Bisa juga membeku meski ditulis dengan lirik yg indah atau semangat. Kata2 akan menjadi seperti itu bila tidak muncul dr hati org yg kuat terhadap apa yg dkatakannya, kecuali dia menterjemahkan apa yg ia katakan sendiri, lalu menjadi visualisasi yg nyata apa yg ia katakan’ (Sayyid Quthb, dlm Fii Zilaalil Qur’aan) 

Mengerjakan apa yg dikatakan, menjadi bukti apa yg dikatakan terkadang menjadi sangat sulit. Akan tetapi harus dlakukan, karena Allah berfirman pada surat Al Baqoroh ayat 44 yg artinya “Apakah kalian memerintahkan manusia untuk berbuat kebaktian, sedang kalian melupakan diri kalian sendiri dan kalian membaca AlKitab. Apakah kalian tidak berakal?”

Membandingkan diri kita sekarang dengan diri kita masa lalu, banyak yg berubah. Mungkin ada semangat yg mulai turun, ada idealisme yg hilang, ada amalan-amalan yg sudah tidak kita kerjakan lagi karena banyaknya kesibukan, ada hati yg tidak lagi lembut tersentuh Al-Quran atau tausiah2 kecil, ada rasa yg hilang dr kebersamaan bersama teman2 sholih, atau ada pengamalan yg hilang dari apa yg telah kita ketahui.

Banyaknya buku, informasi dan ada tentang agama ini terkadang hanya d anggap sekedar pengetahuan biasa yg belum tentu di amalkan.

Padahal sahabat Ali ra. pernah mengatakan ada fitnah yg terjadi kelak d akhir zaman. Antara lain, ia menyebutkan ‘…ketika seseorang mempelajari ilmu agama bukan untuk diamalkan.’

Saudaraku, perhatikanlah apa yg telah hilang dr diri kita selama ini? Barangkali kita termasuk dalam ungkapan Al-Hasan Albashri rahimakumullah. Ia mengatakan, ‘aku pernah bertemu dengan suatu kaum yg mereka dahulunya orang yg memerintahkan yg makruf dan paling melaksanakan apa yg d serukan akan tetapi kini kita berada diantara kaum yg memerintahkan pada yg makruf sementara mereka paling tidak mengerjakan apa yg d serukan. Bagaimana kita bisa hidup dgn org seperti mereka?’

Mari kita merenungkan kembali, apa yg telah hilang dr diri kira. Mari mulai memuhasabahi diri sebelum beramal, melihat apa yg menjadi orientasi amal2 kita selama ini.

Jika kita bicara, maka sebenarnya yg diajak bicara adalah diri sendiri oleh kata2 yg kita keluarkan. Jika kita mendapat ilmu maka kitalah orang yg pertama melakukan.

Dengan perenungan lebih jauh, Abu Darda ra mengatakan ‘aku paling takut Rabbku di hari kiamat bila Dia memanggilku d depan seluruh makhluk Dia mengatakan “Ya Uwaimar, Apakah engkau mengerjakan apa yg kamu ketahui?”

‘Sesungguhnya iman yg benar adalah ketika ia kokoh di dalam hati dan terlihat bekasnya dalam perilaku’ (Sayyid Quthb)

Wallahua’lam bishowab

Semoga Bermanfaat.

Salam Positif & Optimis!😀
DiniAnnisa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s