Penyakit Hati: Dengki (MA3: Tausyiah)

Berikut adalah tausyiah yang disampaikan oleh evinka puti imuri pada Jumat, 3 Mei 2013:

Assalamualaikum wr. wb,

Pagi ini evin mau coba berbagi ttg hal yg terasa kecil, tapi terkadang ini menggoroti hati kita🙂

Seperti yg telah dibahas di tausiyah sebelumnya, hati merupakan orbit baik-buruknya seluruh tubuh.
Sabda Rosulullah SAW : “Ingatlah bahwa dalam tubuh itu terdapat segumpal daging. Jika ia baik maka baiklah seluruh tubuhnya, dan jika rusak maka rusaklah seluruh tubuhnya, ingatlah bahwa itulah qalbu.”(Al Hadits)

Oleh karena itu, menjaga kesehatan hati merupakan kewajiban setiap manusia yg gampang khilaf ini. Salah satu penyakit hati (yg ingin evin bahas disini) adalah kedengkian.

Rasulullah SAW. Bersabda “Hindarilah dengki karena dengki itu memakan (menghancurkan) kebaikan sebagaimana api memakan (menghancurkan) kayu bakar” (Abu Daud)

Rasa dengki biasanya tumbuh ketika orang lain menerima nikmat, menurut Imam Al Ghazali, dengki itu apabila ia benci atas kenikmatan yg didapat orang lain dan ingin agar orang tersebut kehilangan kenikmatan itu.

Allah menggambarkan sifat dengki ini dalam firmanNya : “Bila kamu memperoleh kebaikan, maka hal itu menyedihkan mereka, dan kalau kamu ditimpa kesusahan maka mereka girang karenanya” (Al-Imran: 120)

Mungkin sadar atau ga, seringkali dr kita merasakan demikian, saat teman kita mendapatkan beasiswa yg kita inginkan, saat teman kita berhasil menang lomba ini itu, dapet ipk sekian, dapet kerja di tempat lebih bagus, dapat bonus lebih atau sesimpel kakak atau adik kita mendapatkan perhatian lebih dari orangtua kita.

Sesungguhnya, Allah dengan keras mencela (kita) para pedengki-pedengki ini : “Apakah mereka dengki kepada manusia lantaran karunia yang Allah berikan kepadanya?” (An Nisa: 54)

Jika kita mencari asal muasal sebabnya, tak lain tak bukan rasa dengki ini pada dasarkan timbul karena terlalu cintanya kita kepada dunia. Kepada harta, kekuasaan ataupun cinta manusia. Ah, naudzubillahi mindzalik yaa😦

Padahal kawan, sebenernya dalam Al Quran, Allah pun berfirman : “Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yg di karuniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yg lain. (Karena) bagi seorang laki-laki ada bagian daripada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bagian dari apa yg mereka usahakan dan mohonlah kepada Allah yang Maha Mengetahui Segala Sesuatu (An-Nisa: 32)”

Ayat tersebut cukup menjelaskan bahwa, pada dasarnya segala hal karunia tersebut semua berdasarkan usaha kita masing2 dan semua itu telah Allah tentukan. Maka, berusahalah keras dan terus berdoalah untuk segala impian dan keinginan kita, bukan malah sibuk membandingkan kenikmatan yg dimiliki dengan orang lain :))

Semangat menyibukkan diri untuk mencari keberkahan di Jumat ini (ง’̀⌣’́)ง

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s