Keringanan dalam Puasa? (MA3: Pertanyaan)

Pertanyaan:
Kita kan tau kalo puasa ramadhan itu wajib
Tapi ada diperbolehkan untuk tidak puasa yaitu lansia dan ibu hamil, mereka bisa menggantikan dgn fidyah ..
Nah.. kalo ini lakilaki, dia ga bisa puasa ramadhan karna punya maag kronis dan dokter pun bilang dia ga bisa puasa karna nanti bisa pingsan..
Jadi ukh, hukumnya bagaimana dan cara menggantinya gimana ya?

Jawaban:
Kalau kata pak bos saya yang juga seorang ustadz, keringanan itu ga berlaku untuk perempuan ajjah, laki-laki juga kalau memang tidak sanggup, cmiiw,

Pak Banu Muhammad
Alloh tidak pernah membebani orang di luar batas kemampuannya

Semoga Bermanfaat.

Salam Positif & Optimis! πŸ˜€
DiniAnnisa

Advertisements

QS Ar Rum: 43

Berikut ini adalah tausyiah yang disampaikan oleh Fikri Aulia Rahman pada Selasa, 28 Mei 2013:

::TausiyahPagi::
“Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus (Islam) sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak (kedatangannya): pada hari itu mereka terpisah-pisah”.
(Ar Ruum : 43)

43 Hari Menuju Ramadhan

Semoga Bermanfaat.

Salam Positif & Optimis! πŸ˜€
DiniAnnisa

Batas Waktu Imsyak (MA3: Pertanyaan)

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum.mau nanya bapak2 n ibu2. Tadi lagi buka2 tulisan ttg batas waktu sahur. Dalam hadits yg shahih disebutkan sahur berhenti ketika fajar yg kedua atau adzan subuh kedua.
Fajar yg cahayanya memanjang (mendatar) atau disebut fajar shadiq. Maksudnya apa ya?
Kalo kita taunya batas sahur itu ktika adzan subuh yg biasa. Trus adzan subuh kedua apakah iqomat? Karena sebelumnya pernah mendengar kajian kalo batas sahur itu ketika makanan belum habis bisa dimaksimalkan sampai iqomat.mohon bantuannya

Jawaban:
Ustadz Arsal:
Salam, jadi fajar itu ada 2:
1. Fajar kidzib: cahaya kelihatan tapi tidak tampak cahaya di ufuk (horizon)

2. Fajar shidik: cahaya putih (seperti garis) tampak di horizon (ufuk).

Terkait puasa, dimulai sejak terbit fajar shidik, dan itulah waktu shubuh yang sesungguhnya. Adapun terkait adzan shubuh 2 kali, memang sejak zaman rasul, azan shubuh itu dilakukan 2 kali, yang pertama adalah adzan untuk memberi tanda pada kaum muslimin utk bersiap shalat shubuh (dikumandangkan oleh Abdullah bin ummi maktum) dan waktunya adalah saat waktu yang di indonesia dijadikan sebagai tanda waktu imsak. Adapun adzan yang kedua adalah adzan shubuh yang sesungguhnya, yaitu tanda masuk waktu shubuh (dikumandangkan oleh bilal).
Nah di indonesia memang hanya mengenal satu kali adzan saja, yaitu adzan tanda sdh masuk waktu shubuh.

Adapun batasan makan sahur bukan sampai iqomat, tapi sampai adzan selesai (itupun diperkenankan jika kondisinya nanggung, seperti; blm sempat minum, ada obat yang harus diminum, makan belum selesai, dll), tapi jika tidak, maka saat adzan shubuh tiba diusahakan selesai.

Setidaknya itu yang saya tahu. Nanti kalau ada info tambahan, insya Allah saya share.

Semoga Bermanfaat.

Salam Positif & Optimis! πŸ˜€
DiniAnnisa

Kisah Abu Musa Al-Asy’ari: Tekun Beribadah (MA3: Tausyiah)

Berikut adalah tausyiah yang disampaikan oleh Andreas Senjaya pada Senin, 27 Mei 2013:

Sebelum wafat, Abu Musa Al-Asy’ari sangat sibuk beribadah dengan sungguh-sungguh. Seorang sahabatnya sampai berkata, “kenapa anda tidak mau berhenti barang sebentar? kasihanilah sedikit diri anda sendiri.”

Tapi ia menjawab, “sesungguhnya jika seekor kuda dibiarkan lepas begitu saja, ia akan menumpahkan semua yang dibawanya ketika sudah hampir tiba di tempat tujuannya. Padahal yg tersisa dalam hidupku lebih sedikit daripada hal itu.”

Abu Musa pun terus tekun beribadah sampai meninggal dunia. Sebelum ajal datang ia sempat berpesan kepada istrinya, “bersungguh-sungguhlah dalam menempuh perjalanan berat menuju akhirat, karena tidak ada yang dapat membantumu menyeberangi jurang jahanam”

Mari kita senantiasa beramal dalam kebaikan, karena sesungguhnya waktu yang berkurang sesaat demi sesaat dan yang hilang sesaat demi sesaat, dengan sendirinya akan mempersingkat perjalanan hidup kita ke batas akhir.

Sebelum kita dihadapkan pada pilihan bahagia atau celaka, maka kita harus mempersiapkan diri semaksimal mungkin, segera bertobat, dan mampu menundukkan nafsu. Jangan tertipu bujuk rayu syaithan yg mengarahkan kita tuk menunda-nunda tobat dan memandang baik kemaksiatan agar kita melanggarnya, hingga penyesalan yg kan mengghinggapi kita jika kita meninggal dalam keadaan lalai.

Semoga Bermanfaat.

Salam Positif & Optimis! πŸ˜€
DiniAnnisa

Batas Waktu Imsak? (MA3: Pertanyaan)

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum.mau nanya bapak2 n ibu2. Tadi lagi buka2 tulisan ttg batas waktu sahur. Dalam hadits yg shahih disebutkan sahur berhenti ketika fajar yg kedua atau adzan subuh kedua.
Fajar yg cahayanya memanjang (mendatar) atau disebut fajar shadiq. Maksudnya apa ya?
Kalo kita taunya batas sahur itu ktika adzan subuh yg biasa. Trus adzan subuh kedua apakah iqomat? Karena sebelumnya pernah mendengar kajian kalo batas sahur itu ketika makanan belum habis bisa dimaksimalkan sampai iqomat.mohon bantuannya

Jawaban:
Ustadz Arsal:
Salam,
Jadi fajar itu ada 2:

1. Fajar kidzib: cahaya kelihatan tapi tidak tampak cahaya di ufuk (horizon)

2. Fajar shidik: cahaya putih (seperti garis) tampak di horizon (ufuk).

Terkait puasa, dimulai sejak terbit fajar shidik, dan itulah waktu shubuh yang sesungguhnya. Adapun terkait adzan shubuh 2 kali, memang sejak zaman rasul, azan shubuh itu dilakukan 2 kali, yang pertama adalah adzan untuk memberi tanda pada kaum muslimin utk bersiap shalat shubuh (dikumandangkan oleh Abdullah bin ummi maktum) dan waktunya adalah saat waktu yang di indonesia dijadikan sebagai tanda waktu imsak. Adapun adzan yang kedua adalah adzan shubuh yang sesungguhnya, yaitu tanda masuk waktu shubuh (dikumandangkan oleh bilal).
Nah di indonesia memang hanya mengenal satu kali adzan saja, yaitu adzan tanda sdh masuk waktu shubuh.

Adapun batasan makan sahur bukan sampai iqomat, tapi sampai adzan selesai (itupun diperkenankan jika kondisinya nanggung, seperti; blm sempat minum, ada obat yang harus diminum, makan belum selesai, dll), tapi jika tidak, maka saat adzan shubuh tiba diusahakan selesai.

Setidaknya itu yang saya tahu. Nanti kalau ada info tambahan, insya Allah saya share.

Harapan itu disertai Amal. Jika tidak, itu hanyalah Angan-angan

Tidak ada upah tanpa kerja, tidak ada pahala tanpa ibadah. Sadarlah, bagaimana engkau meraih sesuatu yang engkau inginkan bila cara meraihnya tidak engkau lakukan. Dalam berserah kepada-Nya, engkau punya kewajiban menghadirkan berkah-Nya dengan upaya.

Bila engkau inginkan kesuksesan duniawi, engkau mesti bekerja. Bila engkau ingin dekat dengan-Nya, tempuhlah jalan menuju-Nya dengan amal. Iringilah semua upayamu itu dengan berserah agar engkau menjalaninya dengan sabar dan tabah. Jangan hanya melamun, sebab dunia ini dipenuhi penyamun.

Al Hikam – Ibnu ‘Athaillah