Adab Hubungan Persaudaraan (MA3: Tausyiah)

Berikut adalah tausyiah yang disampaikan oleh Zakkiya pada Senin, 29 April 2013:

Assalamualaikum . . .
Tausiyah yg akan saya sampaikan dari buku ihtisari Ihya’Ulumuddin Al Ghazali Mensucikan jiwa oleh Sa’id Hawwa.

*Semoga kita menjadi saudara seiman yang di ikat oleh tali Allah. Aamiin

“Adab hubungan persaudaraan”

Allah berfirman: Sesungguhnya orang orang mu’min itu bersaudara (Al hujarat:10).

“Kalian harus bersaudara, karena sesungguhnya mereka(saudara saudara itu) adalah pembela di dunia dan akhirat. Tidakkah kamu mendengar perkataan penghuni neraka: ‘maka kami tidak mempunyai pemberi syafa’at seseorangpun dan tidak pula mempunyai teman yang akrab’.” (asy Syu’ara :100-101)

Al Fudhail berkata : “Ah! kamu inghn tinggal di surga Firdaus dan berada di dekat Allah yang Maha Kasih di rumah-Nya bersama para Nabi, shiddiqin, syuhada dan orang2 shaleh? Amal perbuatan apakah yg telah km lakukan? Syahwat apakah yg telah km tinggalkan? Kemarahan apakah yg telah km redam? Siapakah pemutus kerabat yg telah km sambung? Kesalahan saudaramu yg manakah yg telah km ma’afkan? Siapakah kerabat dkat yg telah km jauhi karena Allah? Siapakah orang yg jauh telah km dekati karena Allah? *pasti bnyak beragam jawaban, dan kalau saya pribadi jawabn terbnyak adalah tidak ada 

Hak hak Persaudaraan dan Pesahabatan :

»Hak pertama berkaitan dengan harta
Abu Sulaiman ad-Darani berkata,’Sekiranya semua dunia menjadi milikku lalu aku memberikannya ke mulut salah seorang saudaraku sungguh aku masih merasa terlalu sdkit memberinya.’ ia juga berkata, “sesungguhnya aku memberi sesuap kpd salah seorang saudaraku sdangkan aku menikmati rasanya dikerongkonganku”

»Hak kedua berkaitan dgn memberi bantuan jiwa ketimbang kebutuhan sendiri.
Ini juga memiliki beberapa tingkatan sebgaimana bantuan dgn harta. Tingkatan yg paling rendah adalah memenuhi kebutuhan pada saat diminta dan mampu tetapi disertai dgn wajah yg berseri seri dan menunjukan rasa senang.
Nabi saw bersabda: “ketahuilah sesungguhnya Allah memiliki bejana bejana di bumi-Nya yaitu hati, maka bejana yg paling dicintai Allah adalah bejana yg bersih, paling kokoh, paling lembut, paling bersih dr dosa, paling kokoh dalam agama, dan paling lembut kepada saudara” (HR. Thabrani)
Singkatnya, hendaknya keperluan saudara anda seperti keperluan anda sendiri atau lbh penting dr anda. Hendaknya anda mencukupi sehingga tdk sampai meminta minta dan menampakan keperluannya akan bantuan.

»Hak ketiga berkaitan dengan lidah yaitu diam.
Diam yg dimaksud adalah :
1. Tidak menyebut aibnya ketika saudaranya tidak ada atau di hadapannya
2. Tdk mengungkapkan rahasia2nya yg telah diungkapkan kepadanya tetapi tdk diungkapkan kpd orang lain sama sekali bahkan tdk diungkapkan kpd teman khususnya
3. Tidak mengungkapkan rahasianya sekalipun setelah terputus dan tdk akrab lg, karena hal itu termasuk tabi’at yg buruk dan batin yg sakit.
“dua orang yg bermajlis itu duduk dgn (terikat) amanat, dan tdk halal bagi salah satunya untk menyebarkan apa yg tdk disukai saudaranya” (HR. Al Hakim)
Sebagian kaum bijak bestari berkata,”janganlah kamu bersahabat dgn orang yg berubah kpdmu dalam empat keadaan : pada saat marah dan senangnya, dan pada saat ambisi dan nafsunya” karena ukhwwah yg sejati harus tetap konsisten pada semua keadaan.

»Hak keempat berkaitan dengan lidah yakni mengungkapkan.
Ukhwwah, sebagaimana mengharuskan diam untk mengungkapkan hal2 yg tdk disukai, juga mengharuskan pengungkapan hal hal yg dicintai, khususnya kpd saudara, agar bisa diambil pelajarannya.
Saling mencintai dikalangan orang2 beriman merupakan syariat dan sngt dicintai agama. Oleh krn itu, islam mengajarkan jalannya, yaitu:
A. Saling memberi hadiah
B. Memanggilnya dgn nama kesukaannya baik disaat dia ada atau tdk ada dihadapannya
C. Membelanya ketika dia tdk ada, dr orang yg bermaksud buruk atau orang yg menyerangnya dgn ucapan yg tegas atau terselubung, karena diantara hak ukhwwah adalah memberikam pembelaan.
“orang muslim adalah saudara sesama muslim, tdk menzhaliminya dan tdk membiarkannya terzhalimi (HR. Bukhori)

»Hak kelima mema’afkan kekeliruan.
kekeliruan teman karib tdk terlepas dr dua hal : berkenaan dgn agama yaitu melakukan suatu kemaksiatan, atau berkenaan dgn hak anda yaitu kurang dalam memenuhi hak ukhwwiyah.
Sebagian sahabat berkata, “Bersabar atas tindakan menyakitkan dr seorang saudara adalah lebih baik ketimbang mencelanya, dan mencelanya lebih baik ketimbang memutusnya, dan memutusnya lebih baik ketimbang memusuhinya”. Tetapi hendaknya tdk berlebihan dlm membenci pada saat memusuhinya. Allah berfirman : “Mudah mudahan Allah menimbulkan kasih sayang antaramu dengan orang orang yang kamu musuhi di antara mereka” (QS. Al Mumtahanah : 7).

»Hak keenam mendo’akan.
Mendo’akan saudara semasa hidupnya dan sesudah matinya dgn segala apa yg dicintainya untk diri, keluarga dan semua hal yg bertautan dengannya. Do’amu untuknya sama dengan do’amu untk dirimu sendiri. Nabi bersabda :
“Apabila seseorang mendo’akan saudaranya dari jauh maka malaikat berkata, ‘Dan bagimu juga.” (HR. Muslim)

»Hak ketujuh setia dan ikhlas .
Arti setia adalah teguh dalam mencintai hingga kematiannya, dan kpd anak2nya dan teman2nya setelah kematiannya. Cinta itu tdk lain dimaksudkan untk akhirat. Oleh karena itu, Rasulullah saw bersabda tentang tujuh orang yg mendapatkan naungan Allah :
“Dan diantara orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya bertemu diatas cinta dan berpisah juga diatasnya” (HR. Bukhari dan Muslim).
Termasuk kesetiaan adalah tidak berubah keadaanya dalam bertawadhu kpd saudaranya sekalipun kedudukan dan kekuasaannya tinggi dan martabatnya naik, karena merasa lebh tinggi dr saudara krn berbagai keadaan yg dialaminya adalah merupakan perbuatan tercela.
“persaudaraan adalah mutiara yg sangat sensitif, jika km tdk menjaganya pasti tergores oleh berbagai cacat. Maka jangalah dgn menahan diri hingga km mema’afkan org yg menzhalimimu, dan dgn ridha hingga km tdk merasa banyak berjasa dan tdk mengurangi hak saudaramu”

»Hak kedelapan meringankan dan tidak memberatkan.
Yaitu tdk membebani saudaranya dgn sesuatu yg menyulitkan, tetapi meringankan berbagai beban dan kebutuhannya.
Ali ra berkata : “seburuk buruk teman adalah yang membebani dirimu, membuat dirimu merasa perlu untk berbaik baikan, dan mendesakmu untk meminta ma’af.”
Ketahuilah bahwa manusia ada tiga kategori :
Orang yg kamu dapat mengambil manfaat dr persahabatannya, orang yg kamu dapat memberi manfaat dan tdk membahayakanmu tetapi kamu tdk mendapatkan manfaat darinya, dan orang yg kamu tidak dapat memberinya manfaat tetapi membahayakanmu ; ia adalah orang bodoh atau orang yg buruk peragainya. Orang yg ketiga ini harus kau jauhi. Sdgkan orang yg kedua, tak perlu kau jauhi karena kau bisa mendafatkan manfaat diakhrat dgn syafa’at dan do’anya serta pahaka anda atas apa yg anda lakukan padanya.
Meringankan dan tdk memberatkan itu tdk akan tercapai secara sempurna kecuali dgn memandang dirinya dibawah saudaranya, berprasangka baik kepada mereka dan berprasangka buruk kpd diri sendiri. Jika ia melihat mereka lebih baik darinya maka pada saat itu menjadi lebih baik dr mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s