Tentang berWudhu ( MA3: Pertanyaan)

Wudhu [ MA3 : Pertanyaan]

Pertanyaan:
*mohon pencerahannya
rata2 orang awam saat berwudhu , hanya membaca niat wudhu saat membasuh muka. . sementara saya pernah membaca buku tata cara wudhu, di setiap anggota tubuh yg terkena air wudhu itu ada doanya . . yang menjadi pertanyaan apakah wudhu orang yg hanya membaca niat saja itu sah /tidak?

Jawaban:

Niat adalah ketetapan dan kemantapan hati untuk mengerjakan suatu ibadah dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah (Taisirul ‘Allam, 1/23). Dan niat ini merupakan syarat seluruh amalan ibadah, tidak sebatas amalan wudhu (asy-Syarhul Mumti’, 1/157). Rasulullah bersabda:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

“Hanyalah amalan-amalan itu tergantung dengan niatnya dan setiap orang mendapatkan apa yang dia niatkan….” (Sahih, HR. al-Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907)

Ibnul Mundzir t berkata, “Ucapan Rasulullah di atas menunjukkan niat itu umum dikenakan pada seluruh amalan dan tidak dikhususkan sesuatu pun darinya, baik itu amalan yang wajib (fardhu) maupun yang sunnah (nafilah).” (al-Ausath, 1/371)

Namun yang perlu diperhatikan, niat ini tempatnya di hati, bukan dilafadzkan dengan lisan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Tempat niat itu di hati, bukan di lisan. Hal ini merupakan kesepakatan para imam kaum muslimin dalam seluruh ibadah seperti thaharah (bersuci), shalat, zakat, puasa, haji, membebaskan budak, jihad, dan selainnya. Seandainya seseorang berucap dengan lisannya namun berbeda dengan apa yang ada di niatannya (hatinya) maka yang teranggap adalah apa yang dia niatkan, bukan yang dia lafadzkan. Seandainya ia mengucapkan niat dengan lisannya sementara tidak terbetik niat itu di hatinya maka hal ini tidaklah teranggap, menurut kesepakatan para imam kaum muslimin.” (Majmu’ Fatawa, 22/217—218)

Pelafadzan niat ini tidak didapatkan riwayatnya sama sekali dari Nabi, baik dalam hadits yang sahih maupun dalam hadits yang dha’if (lemah), baik yang musnad ataupun mursal. Tidak juga dinukilkan dari para sahabat beliau, para imam dari kalangan tabi‘in, dan yang setelahnya dari kalangan imam-imam yang mendapat petunjuk. (Zadul Ma’ad, 1/51)

Kalo yg pernah dibaca, gada bacaan ditiap anggota yang kena wudhu, taunya membaca basmalah (sunnah wudhu).. Wallahu a’lam🙂

Niat boleh dilafazkan boleh tidak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s