Bertafakur Satu Saat Lebih Baik daripada Ibadah Satu Tahun ( MA3: Tausyiah)

Berikut adalah tausyiah yang disampaikan oleh Aab pada Senin, 22 April 2013:

Sabda Nabi Muhammad Saw. Apakah sabda Rasul itu masih relevan utk saat ini? Bukankah tafakur terlalu mewah utk mereka yg hidup di bawah garis kemiskinan?. Bukankah tafakur itu melangit padahal masalah hidup sangat membumi?. Ada ungkapan yg berbunyi: Hiduplah dahulu baru berfilsafat.

Tafakur adalah inti pikiran karena jika seorang pandai berfikir maka segala sesuatu selalu mengandung pelajaran baginya.
Diapun akan selalu berkata-kata dengan perkataan yang penuh hikmah karena baginya berbicara tanpa hikmah adalah omong kosong yang hampa tak bermakna. Jika ia terdiam, maka diamnya pun adalah penuh dengan tafakir karena berdiam diri tanpa tafakur berarti lengah.
Tindakan yg tdk didahului tafakur sama jeleknya dg tafakur yg tdk disusul dg tindakan.

Seorang Muslim dituntut bertindak secara sadar, dg menggunakan seluruh potensi intelektualnya. Karena itulah al Qur’an bertanya: “katakanlah apakah sama orang yg buta dg orang yg melihat? Tidakkah mereka berfikir?” (QS 6:50).
Tafakur bertahap sejak renungan sejenak sampai tahap ke pengkajian yg mendalam.

Saran saya: sering2lah bertafakur, bacalah tulisan sederhana ini dengan niat bertafakur, juga jadikan grup MA ini sebagai ajang utk lebih banyak bertafakur supaya mendapat pahala ibadah satu tahun.

Wallahu’a lam..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s