Muhajirin – Anshor 3 : Tausyiah 20

Barikut adalah isi tausyiah yang diberikan oleh Pak Banu Muhammad pada 23 Maret 2013:

Jika Tidak Mampu Lakukan Sesuatu, Tinggalkanlah, Kerjakan Apa Yang Anda
Bisa

Ia adalah sosok sahabat yang ditakdirkan miskin, tidak dikenal, yatim
piatu dan berhijrah dengan kondisi ekonomi yang mengenaskan. Dia bekerja
sebagai pembantu Basrah binti Ghazwan. Gajinya adalah sepiring nasi untuk
mengisi perut yang kosong. Selain itu, dia juga masuk Islam agak terakhir,
yakni tahun ke 7 Hijriah atau terpaut 20 tahun dari orang orang pertama
yang masuk islam. Shabat ini hanya hidup empat tahun bersama Rasul SAW.

Coba bayangkan, kira kira apa yang bisa dilakukan si miskin ini untuk
mencari tempat terhormat di dunia, akhirat, di hati umat Islam dan di sisi
Allah?

Sahabat yang masih baru dan miskin ini berusaha mencari bidang yang
dirinya bisa berharga bagi agama. Tapi dia telah tertinggal jauh, dia tidak
mungkin menandingi kualitas umat Islam pertama yang begitu sabar membela
agama Allah dalam menghadapi musuh Islam. Dia juga tidak bisa menandingi
mereka yang sudah banyak berjihad di jalan Allah. Yang semakin membuatnya
bingung, dia tidak memiliki harta, keturunan terhormat atau kepandaian
berkuda.

Siapa gerangan sahabat yang sangat mengenaskan tersebut ? Dialah Abu
Hurairah. Ya Abu Hurairah yang tetap tidak mau menyerah menghadapi semua
kekurangan tersebut. Lalu apa yang dia lakukan? Apa apa yang dia bisa
lakukan dalam menghadapi semua kekurangan tersebut? Abu Hurairah sadar
kalau agama membutuhkan orang yang merawat dan menjaga. Karena Al Quran
sudah banyak yang berinisistif menghapalnya, maka dia berinisiatif untuk
menghapal hadis hadis Rasulullah.

Abu Hurairah memang memiliki ingatan baja, sebatas mendengar, dia sudah
mampu menghapal. Apalagi dia tidak disibukkan oleh perdagangan atau
pertanian. Karena itu, Abu Hurairah selalu menemani Rasul layaknya bayang
bayang Rasul sendiri. Dia hanya berpisah dengan Rasul ketika Rasul bersama
isterinya atau memenuhi kebutuhan pribadi. Apa hasilnya? Dalam waktu yang
singkat, dia mampu menghapal banyak sekali hadis Nabi SAW. Bahkan dia
berkata,”Tidak seorang pun yang hapalan hadisnya lebih banyak dariku
kecuali Abdullah bin Amr bin Ash. Dia bisa menulis, sedang aku tidak bisa.”
Imam Syafii juga pernah berkata,” Abu Hurairah adalah perawi hadis yang
paling hapal di zamannya.”

Contoh sahabat ini, adalah mereka yang merasa tidak mampu melakukan
sesuatu lalu beralih melakukan perbuatan lain, mereka adalah orang orang
yang tidak menemukan jalan, lalu mencari jalan lain yang sesuai  dengan
kemampuan pribadi.

Seseorang mungkin sekali menginginkan sesuatu namun tidak mampu
mewujudkannya. Akan tetapi, kalau orang itu mau merenung dan berfikir,
pasti akan memperoleh jalan keluar dan mewujudkan apa yang dia harapkan.
Yang penting, anda harus berpedoman bahwa, “ Jika tidak mampu melakukan
sesuatu, tinggalkan saja, kerjakanlah yang anda bisa!”

– DR Khalid Umar Abdurrahman Ad Disuqi-

Posted from WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s